Breaking News
Loading...

Religi

Otomotif

Tips

Tech News

Random Post

Recent Post

Tampilkan postingan dengan label Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerja. Tampilkan semua postingan
Kamis
Menggunakan Pengaruh Efektif di Tempat Kerja

Menggunakan Pengaruh Efektif di Tempat Kerja

Anda pasti cukup familiar dengan nama Al Gore. Mantan wakil presiden Amerika tersebut belum lama ini mencuat (kembali) dalam peran yang sama sekali berbeda. Coba tebak! Ya, benar, dia memenangkan Piala Oscar! Yakni, lewat kemunculannya dalam film dokumenter tentang pemanasan global, An Inconvenient Truth. Bagaimana seorang yang sebelumnya (hanya) berkiprah di panggung politik, tiba-tiba meraih prestasi dan popularitas yang sejajar dengan selebritas Hollywood? Dengan kata lain, bagaimana seseorang bisa sukses dalam area yang sama sekali berbeda dan belum pernah dia tekuni sebelumnya?

Kolumnis sekaligus pemberi pelatihan manajemen HR asal Amerika Cathy Bolger membaca fenomena Al Gore itu dalam konteks bagaimana seseorang bisa meraih penerimaan yang besar dari orang lain. Untuk bisa "diterima siapa saja dan di mana-mana", kata kuncinya adalah pengaruh dan menurut dia, siapa pun bisa menggunakan alat yang sama dengan Al Gore untuk mengelola dan menyelesaikan berbagai pekerjaan dalam organisasi.

Dalam pengalaman Bolger, para manajer selama ini --umumnya-- menerapkan pendekatan tradisional "memerintah dan mengawasi" sebagai metode manajemen dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan. "Tapi, tidak mulai saat ini," tegas dia. Seorang manajer yang efektif, saran Bolger, haruslah seorang master yang memiliki keahlian memengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu. Penggunaan keahlian memengaruhi orang lain secara efektif dipercaya akan lebih menghasilkan komitmen ketimbang protes, atau lebih buruk lagi penolakan.

Komitmen - Pihak yang menerima (yakni, orang yang dipengaruhi) setuju dengan keputusan atau permintaan dari pihak agen (orang yang memengaruhi). Pihak penerima selalu mendukung penuh untuk mewujudkan permintaan agen.

Protes - Penerima setuju, tapi "malas" atau berbeda pendapat, dan memperlihatkan dukungan yang minimal untuk sesuatu yang diharapkan.

Penolakan - Penerima secara aktif menolak melakukan aksi apapun. Bahkan, kadang dia meminta pihak yang lebih berkuasa untuk mengubah aturannya.

Sekarang, bagaimana Anda bisa mendapatkan komitmen, mengubah protes menjadi komitmen dan meniadakan penolakan? "Gunakan pengaruh secara proporsional," jawab Bolger untuk ketiga pertanyaan tersebut.

Mengutip Profesor Sekolah Bisnis pada University of Albany Gary Yukl, Bolger merinci adanya dua kategori taktik memengaruhi, yakni primer dan sekunder.

Taktik primer dalam memengaruhi cenderung menghasilkan komitmen. Taktik kategori ini mencakup tiga elemen utama yakni daya tarik inspirasional, persuasi rasional dan konsultasi.

Daya Tarik Inspirasional adalah membangunkan antusiasme penerima dengan memperhatikan nilai-nilai, ideal-ideal dan aspirasi-aspirasi mereka. Caranya:

-Perhatikan ideal-ideal dan nilai-nilai seseorang

-Hubungkan permintaan dengan visi yang menarik dan jelas

-Gunakan gaya bicara yang ekspresif, dramatik

-Gunakan bahasa yang optimistik, positif

Persuasi Rasional adalah penggunaan logika dan fakta-fakta untuk mencapai hasil yang diharapkan. Caranya:

-Jelaskan alasan dari permintaan/proposal Anda

-Jelaskan bagaimana seseorang mendapatkan keuntungan dari proposal itu

-Berikan bukti-bukti bahwa proposal Anda bisa dikerjakan dengan mudah

-Jelaskan mengapa proposal Anda lebih baik dari yang lain

-Jelaskan bagaimana masalah-masalah akan bisa diatasi

Konsultasi adalah menemukan partisipasi penerima dalam perencanaan strategi, aktivitas atau perubahan. Caranya:

-Mintalah saran tentang bagaimana memperbaiki proposal tersebut

-Ungkapkan tujuan Anda dan tanyakan apa yang bisa dilakukan si penerima untuk membantu mencapai itu

-Libatkan orang lain dalam perencanaan bagaimana mencapai tujuan

-Tanggapi setiap kepedulian dan saran dari orang lain.

Mantan Wapres AS Al Gore menggunakan ketiga taktik memengaruhi tersebut dalam film An Inconvenient Truth. Dia menyentuh nilai-nilai idealisme kita akan sebuah dunia sebagai tempat yang aman bagi generasi mendatang. Dia menggunakan persuasi rasional dengan mengutip hasil-hasil riset yang akurat mengenai pemanasan global. Lalu, ia menggunakan konsultasi ketika meminta kita untuk bergabung dengannya dalam upaya mengurangi pemanasan global.

Dengan mempraktikkan taktik-taktik itu, Anda memang tak lantas akan memenangkan Piala Oscar di tempat kerja, tapi Anda terbantu untuk mewujudkan apa yang Anda inginkan.
 Demikian Sop Sedikit Tips Dari NailadaM Moga bermanfaat
6 Kiat Bekerja Efektif di Kantor

6 Kiat Bekerja Efektif di Kantor



Seorang karyawan tentunya dituntut bertanggung jawab memberikan hasil yang baik dalam mengerjakan tugas-tugas yang diperintahkan. Hasil yang baik memerlukan ketelatenan dan konsentrasi yang baik pula pada proses pengerjaannya. Namun, adakalanya muncul hambatan yang datang di saat Anda sedang serius bekerja. Kiat-kiat berikut diharapkan dapat membantu Anda agar dapat bekerja lebih efektif.

1. Aturlah pekerjaan Anda berdasarkan skala prioritas. Seringkali Anda bekerja menurut apa yang Anda suka, bukan menurut apa yang Anda butuhkan. Ingat, setiap pekerjaan memiliki beban dan tanggung jawab yang berbeda pula. Maka, pilihlah pekerjaan yang lebih penting dan mensedak agar selalu didahulukan.

2. Bagi yang memiliki jaringan internet di kantor, hindarilah mengaktifkan fasilitas seperti aplikasi chatting pada saat bekerja. Selain dapat mengganggu konsentrasi, hal ini dapat membuat durasi proses pengerjaan tugas menjadi lebih panjang dari biasanya.

3. Tidak ada salahnya untuk mengaktifkan nada getar pada ponsel atau menonaktifkan sementara ponsel hingga tugas Anda selesai. Semua ini akan membuat Anda benar-benar fokus dalam bekerja. Kecuali pekerjaan Anda memang menuntut Anda untuk selalu bergerak dan mudah untuk dihubungi.

4. Tanpa Anda sadari pekerjaan sering terabaikan karena rekan kantor yang datang tiba-tiba mengajak berbincang-bincang. Hal ini akan membuat Anda asyik membicarakan hal tersebut sampai lupa pada pekerjaan. Salah satu solusinya adalah, berilah pengertian kepada teman, bahwa Anda memiliki pekerjaan yang harus segera diselesaikan sehingga Anda tak ingin diganggu terlebih dahulu sampai pekerjaan Anda benar-benar selesai.

5. Usahakan jangan telalu banyak cemilan di atas meja kerja Anda. Sebab, terlalu banyak memakan cemilan dikhawatirkan akan membuat Anda mengantuk. Cukup segelas teh atau kopi hangat saja sebagai pendamping setia Anda saat bekerja.

6. Setelah pekerjaan Anda selesai dengan efektif, segeralah istirahatkan diri Anda. Ingat, tubuh dan pikiran Anda memerlukan waktu untuk istirahat juga. Tanpa istirahat yang cukup, pekerjaan Anda yang berikutnya pun bisa-bisa tidak akan terselesaikan dengan efektif juga.
Rabu
6 Tips mengelola amarah di tempat kerja

6 Tips mengelola amarah di tempat kerja



Pada artikel sebelumnya NailadaM telah membahas 7 dampak marah pada kesehatan untuk itu Nailadam kali ini membahas bagaimana meredam kemarahan saat bekerja. Entah sedang dikejar-kejar waktu untuk mengumpulkan tugas atau baru saja ditegur atasan, emosi bisa berubah menjadi buruk saat berada di tempat kerja. Lantas bagaimana cara mengelola amarah agar pekerjaan tetap bisa diselesaikan dengan baik? Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Live Science berikut ini.

Skala marah
Sadari skala kemarahan pada diri Anda. Mulai dari perasaan sebal terhadap sesuatu sampai pada keinginan untuk meluapkan segalanya secara kasar. Setelah memahami hal tersebut, tanyakan pada diri sendiri apakah kemarahan itu penting?

Iri
Apakah Anda juga kerap merasa marah karena teman kerja memiliki hubungan yang lebih baik dengan atasan daripada Anda? Rasa marah tersebut muncul karena iri, namun sebenarnya Anda bisa mengolahnya dengan benar menjadi sebuah bentuk motivasi.

Kecurigaan
Sekarang sebaliknya, bagaimana jika ada teman kerja yang iri pada Anda sehingga Anda pun curiga bahwa mereka berusaha merebut apa yang Anda miliki? Daripada curiga berlebihan dan memicu amarah, cobalah untuk bekerja sama demi menciptakan kinerja tim yang solid.

Memahami
Daripada terjebak pada amarah yang semakin tidak terkendali, ubah sudut pandang Anda terhadap situasi di tempat kerja. Lakukan kontak mata, berhenti, melihat, dan mendengar pendapat orang lain. Sebab terkadang amarah muncul hanya karena Anda kurang memahami kondisi di sekitar.

Peduli
Saat marah, biasanya seseorang ingin diperhatikan dan diajak bicara dengan baik. Kira-kira apa penyebab kemarahan tersebut? Jadi cobalah untuk peduli dengan teman yang sedang marah. Di lain waktu ketika Anda yang marah, teman kerja pasti akan peduli dan bertanya apa sebenarnya penyebab kemarahan Anda.

Komunikasi
Anda sebaiknya bersyukur ketika ada teman kerja yang mengajak bicara saat Anda marah dan menanyakan sebab dari kemarahan tersebut. Artinya mereka memang peduli. Sekarang, giliran Anda untuk berkomunikasi dengan baik dan menyampaikan segala sesuatunya tanpa emosi. Selesaikan masalah dan hilangkan amarah secara tuntas.

Demikian tips mengelola amarah di tempat kerja. Selain mengganggu pekerjaan, marah juga tak baik bagi kesehatan seperti yang telah NailadaM muat yakni 7 dampak kemarahan pada kesehatan. Jadi jangan marah-marah terus ya...
Back To Top